Thursday, 24 July 2014 ::

Konvergensi

Kelompok Kerja RUU Konvergensi (TIK)

Pada  bulan Januari 2010, Mastel membentuk  Kelompok Kerja  Rancangan Undang Undang Konvergensi ( RUU Konvergensi ) yang disebut juga dengan Kelompok Kerja TIK.

Pembentukan Kelompok Kerja ini berkaitan dengan upaya Mastel untuk memberikan  sumbangan nyata kepada pemerintah dan legislatif dalam bentuk pandangan dan pemikiran – pemikiran yang strategis yang berkaitan dengan RUU Konvergensi ( TIK ) .

Pembentukan Pokja ini juga berkaitan dengan pembahasan RUU Konvergensi yang dalam waktu dekat akan segera dibahas oleh Pemerintah bersama–sama dengan Komisi I DPR RI.

Pembahasan RUU Konvergensi ini dinilai perlu karena perkembangan teknologi dan penyatuan teknologi telekomunikasi, Informasi, penyiaran serta Nilai Rantai [Value Chain] dibarengi dengan perkembangan teknologi konten yang mengakibatkan dan melahirkan jasa-jasa TIK baru yang juga merupakan tuntutan kebutuhan masyarakat,  sebagai contoh jaringan telekomunikasi [kabel dan nirkabel], jaringan penyiaran dan jaringan berbasis IP menjadi jaringan terpadu.
Jasa-jasa yang disalurkan melalui jaringan tersebut tidak dapat dibedakan lagi antara jasa telekomunikasi, jasa penyiaran dan jasa multimedia serta dimungkinkannya berbagai layanan jasa TIK sebagai layanan terpadu [konvergen] diselenggarakan oleh satu penyelenggara jasa TIK, penyelenggara jasa penyiaran [broadcasting] dan IT dapat menyelenggarakan jasa telekomunikasi, demikian pula sebaliknya sehingga hal ini perlu dibuat peraturan yang jelas..

Tujuan Pokja RUU Konvergensi (TIK)

Tujuan pembentukan Pokja ini adalah untuk memberikan masukan, usulan dan pendapat kepada pemangku kepentingan yang terkait dengan perkembangan dan pembangunan telekomunikasi, teknologi informasi dan multimedia serta masukan-masukan lain yang secara khusus terkait dengan materi RUU konvergensi yang dalam waktu dekat sudah akan dibahas oleh pemerintah dengan Komisi I-DPR.

Karena Jaringan Telekomunikasi [TIK] sebagai salah satu infrastruktur pembangunan nasional memiliki peran yang  vital dan strategis sehingga yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkukuh persatuan dan kesatuan, memperlancar tugas-tugas pemerintah, Pokja diharapkan dapat memberikan masukan-masukan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Tugas Kelompok Kerja

  1. Melakukan diskusi dan atau dengar pendapat dengan nara sumber dan stakeholder terkait dengan RUU Konvergensi / TIK.
  2. Mengkaji keterkaitan antara perkembangan teknologi, pengembangan layanan dan manfaat ekonomis yang dapat digabungkan dari sisi infrastruktur.
  3. Mengkaji aspek hukum, kebijakan dan regulasi terkait penggabungan teknologi dan layanan.
  4. Menyusun dokumen atau masukan / usulan yang menunjukan arah kebijakan, sasaran dan strategi pencapaian dalam pengembangan dan pemanfaatan TIK di Indonesia.

Susunan Anggota Pokja

Ketua : Sutrisman
Sekretaris : Eddy Thoyib

Anggota

1. Setyanto P Santosa : Mastel
2. Anton A Nangoy : Mastel
3. Arnold Djiwatampu : DPA
4. Antonius Budi : Bakrie Telecom
5. Koesmarihati : Mastel
6. Rudi hendarto : Mastel
7. Sumitro Roestam : Mastel
8. Soekarno A Rachman  : DPA
9. Yoseph Garo : Telkomsel
10. Widi Amanasto : Telkom
11. Syahrial Syarif  : Indosat
12. Asdhi Y : Telkomsel
13. Erina Tobing  : TVRI
14. Taufik Hasan : Mastel

 

Hasil Kelompok Kerja

Lampiran        : Usulan Butir-Butir Materi Muatan RUU Konvergensi TIK (download) **
                      Dasar Pertimbangan RUU Konvergensi (download) **

Note   : ** Untuk mendowload file harus login dan mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota Mastel